44,3 KILOGRAM SAMPAH TERKUMPUL
SMP NEGERI 1 SAMPANG BERGERAK DALAM WORLD CLEANUP DAY 2026
SAMPANG — Satu langkah kecil dapat menjadi bagian dari perubahan besar. Semangat itulah yang terlihat dalam pelaksanaan World Cleanup Day (WCD) 2026 di SMP Negeri 1 Sampang. Seluruh warga sekolah bergerak bersama membersihkan lingkungan, memilah sampah, hingga menimbang hasil yang terkumpul.
Tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih, aksi WCD 2026 juga mengajak siswa mengenal pentingnya pemilahan sampah berdasarkan jenisnya. Hasilnya, sebanyak 44,3 kilogram sampah berhasil dikumpulkan dari lingkungan sekolah.
Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu pengantar, persiapan dan skema, pelaksanaan, serta pelaporan.
- Memulai dari Kesadaran
Tahap pertama adalah pengantar. Warga sekolah diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan serta mengelola sampah secara bertanggung jawab.
Siswa diajak menyadari bahwa persoalan sampah bukan hanya tentang bagaimana membuangnya, tetapi juga bagaimana mengurangi, memilah, dan mengelolanya dengan tepat.
- Persiapan dan Pembagian Peran
Tahap kedua adalah persiapan dan skema. Peserta mempersiapkan peralatan kebersihan dan mendapatkan pembagian area serta tugas.
Dengan pembagian tersebut, setiap kelompok dapat bergerak secara terarah untuk membersihkan lingkungan sekolah.

- Bersihkan, Pilah, dan Timbang
Memasuki tahap pelaksanaan, siswa bersama guru bergerak membersihkan berbagai area di lingkungan SMP Negeri 1 Sampang.
Sampah yang ditemukan kemudian dikumpulkan dan dipilah berdasarkan kategorinya, yaitu sampah organik, anorganik, dan residu. Pemilahan ini menjadi bagian penting karena siswa belajar bahwa tidak semua sampah dapat diperlakukan dengan cara yang sama.

Setelah dipilah, masing-masing jenis sampah kemudian ditimbang. Dari hasil penimbangan tercatat:
-
- 🌿 Sampah organik: 28,3 kg
- ♻️ Sampah anorganik: 13 kg
- 🗑️ Sampah residu: 3 kg
- Total: 44,3 kg
Angka tersebut menjadi catatan nyata dari aksi kebersihan yang dilakukan warga sekolah dalam momentum World Cleanup Day 2026.
Proses pemilahan dan penimbangan juga memberikan pengalaman langsung kepada siswa bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana: mengenali sampah yang kita hasilkan dan bertanggung jawab terhadap pengelolaannya.
- Dari Aksi Menjadi Data
Tahap terakhir adalah pelaporan. Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari persiapan, aksi kebersihan, pemilahan, hingga penimbangan, didokumentasikan dan dihimpun sebagai bahan laporan kegiatan.
Data 44,3 kilogram sampah yang terkumpul menjadi bagian dari dokumentasi sekaligus bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekolah.
World Cleanup Day 2026 di SMP Negeri 1 Sampang membuktikan bahwa aksi menjaga lingkungan dapat menjadi pengalaman belajar yang bermakna. Siswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga belajar melalui aksi nyata: bergerak, bekerja sama, memilah, menimbang, dan bertanggung jawab.
Karena lingkungan yang bersih bukan sekadar pemandangan yang indah, tetapi cerminan dari kepedulian dan karakter orang-orang di dalamnya.
44,3 kilogram hari ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada kerja sama, kepedulian, dan langkah kecil untuk lingkungan yang lebih baik.
Redaksi “Lensa Spensa — Belajar Menulis, Berani Bersuara”